M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus: Yunus 3
Bacalah sampai Anda memahami maksudnya.
M2 - Merenungkan Firman Kristus:
- Apakah yang bacaan Firman Tuhan mau “katakan” kepada saya ?
- Apakah ada dosa/kesalahan/kelalaian saya dari bacaan Firman Tuhan hari ini ?
- Apakah ada petunjuk/perintah yang harus saya lakukan hari ini dari bacaan Firman Tuhan hari ini ?
- Apakah ada janji dari bacaan Firman Tuhan hari ini bagi masalah yang sedang saya hadapi ?
M3 – Melakukan Firman Kristus:
Lakukanlah apa yang Tuhan taruh di hati Anda melalui FirmanNya.
M4 – Membagikan Firman Kristus:
Bagikanlah “apa yang dikatakan” Firman Tuhan kepada Anda
3:1
Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian:
3:2
`Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.`
3:3
Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya.
3:4
Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: `Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.`
3:5
Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.
3:6
Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.
3:7
Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: `Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.
3:8
Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.
3:9
Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.`
3:10
Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.